Puisi1 : Kembalikan Indonesia Padaku (Taufiq Ismail) Paris, 1971 Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang menganga, Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 wat, sebagian berwarna putih dan sebagian hitam, yang menyala bergantian, Hari depan Indonesia adalah pertandingan pingpong siang malam Berikut puisi Doa Taufik Ismail 1966 Tuhan kamiTelah nista kami dalam dosa bersamaBertahun membangun kultus iniDalam pikiran yang gandaDan menutupi hati nurani Ampunilah kamiAmpunilahAmin Tuhan kamiTelah terlalu mudah kamiMenggunakan asmaMuBertahun di negeri iniSemogaKau rela menerima kembaliKami dalam barisanMu Ampunilah kamiAmpunilahAmin. TaufiqIsmail sudah banyak mendapat penghargaan dari karya sastranya, salah satu karya Taufiq yang paling terkenal ialah puisi berjudul Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia. Hingga kini, pria kelahiran 1935 ini telah menghasilkan puluhan puisi, sajak, dan beberapa karya terjemahan.
Karya Taufik Ismail Sesudah siang panas yang meletihkan Sehabis tembakan-tembakan yang tak bisa kita balas Dan kita kembali ke karnpus ini berlindung Bersandar dan berbaring, ada yang merenung Di lantai bungkus nasi bertebaran Dari para dermawan tidak dikenal Kulit duku dan pecahan kulit rambutan Lewatlah di samping Kontingen Bandung

Itumenghiasi karpet jutaan doa. Setiap rumah tempat Anda tinggal. Aku hilang dan mencari. Mereka bercerita tentang masjid. Ketika tiba waktunya untuk mengumandangkan adzan, bergabunglah. kamu pergi ke fajar. Anda tidak bisa sampai ke barisan depan. Jadi jika Anda tidak ingin membuang waktu. berdoa di mana saja. Di lantai masjid ini, yang

Denganpuisi aku mengutuk, Nafas zaman yang busuk, Dengan puisi aku berdoa, Perkenankanlah kiranya Doa Tuhan kami, Telah nista kami dalam dosa bersama, Bertahun membangun kultus ini, Dalam pikiran yang ganda Dan menutupi hati nurani, Ampunilah kami, Ampunilah, Amin Tuhan kami, Telah terlalu mudah kami, Menggunakan asmaMu, Bertahun di negeri ini,
PUISIDOA Karya Taufik Ismail Tuhan kami Telah nista kami dalam dosa bersama Bertahun-tahun membangu Gugur Dalam Pencegatan Tahun Empat Puluh Delapan Puisi Taufik Ismail GUGUR DALAM PENCEGATAN TAHUN EMPATPULUH-DELAPAN Oleh Taufik Ismail Demikian cerita kakek penjaga Tent
Adapunbeberapa contoh puisi karangan Taufik Ismail yang legendaris yakni sebagai berikut: 1. Kembalikan Indonesia Padaku (Paris, 1971) Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang menganga, Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 wat, Sebagian berwarna putih dan sebagian hitam, Yang menyala bergantian,
Kumpulan puisi-puisi Taufik Ismail tahun 1953-1960 1. Doa dalam Lagu 2. Dadang, Pemetik Kecapi Tua 3. Rimba Jati (Alas Roban) 4. Kemarau di Desa Bangkirai 5. Pelancing Kemalaman 6. Membajak Kembali 7. Riwayat 8. Hanggar 17 9. Lagu Roban 10. Mimpi 11. Nostalgia Pelayaran Atlantika 12. Kelopak Musim Semi 13. Pulang 14.
vrtd.
  • p5n6fyfqff.pages.dev/187
  • p5n6fyfqff.pages.dev/442
  • p5n6fyfqff.pages.dev/15
  • p5n6fyfqff.pages.dev/486
  • p5n6fyfqff.pages.dev/119
  • p5n6fyfqff.pages.dev/258
  • p5n6fyfqff.pages.dev/385
  • p5n6fyfqff.pages.dev/210
  • puisi karya taufik ismail doa